← Semua catatan

Mungkin Cemas

1 menit baca

Haii.. Banyak yg ingin dikeluarkan dari kepala yg berisik ini, mulai dari mana, yg mana yg mau dikeluarkan.

Yg sudah di titik ada rasa takut dg seseorang, seperti gapapa kalo mau pergi, pergilah sekarang, aku tak menahanmu.

Pergilah sebelum terlambat, siapa tau kau akan terjerat jika terus bersamaku.

Hal-hal yg tak bisa kita kontrol, tiba-tiba keluar begitu saja, apalagi pas kepala ramai-ramainya.

Hai, aku tak takut kepada orang yg tiba-tiba datang atau pergi, aku takut dg diriku sendiri, aku takut aku merasa kehilangan.

Aku tak takut di tinggalkan sebab sebagian manusia hanya ada dua pilihan, ditinggalkan atau meninggalkan dan aku tak ingin jadi keduanya.

Dan ternyata punya perasaan yg terlalu sensitif terlalu pemikir itu tak enak.

Ketika ada seseorang yg kelihatan berubah kita seakan tau sikap kita harus bagaimana, gimana kita memposisikan diri kita di orang lain.

Kaya ingin menyuruh pergi tapi juga ingin biar menetap, dan kita tak bisa mengatur seseorang buat ada di kehidupan kita.

Ah naas sekali, hal yg ku inginkan tak pernah bisa tercapai.

Maaf untuk semua hal dan terimakasih.

Saya rasa tak perlu mencemaskan sesuatu, kecuali itu diri kita sendiri.

Kenapa kalo kita bunuh kecoak kamu dibilang berani tapi kalo kamu bunuh kupu-kupu dibilang penjahat?