← Semua catatan

Membaca lebih lambat

Catatan tentang kebiasaan membaca yang tidak mengejar jumlah.

1 menit baca

Selama beberapa tahun saya mengukur bacaan dengan jumlah: berapa buku tahun ini, berapa artikel per minggu. Angka itu terasa memuaskan, tapi tidak banyak yang tersisa.

Yang berubah

Sekarang saya mencoba membaca lebih lambat dan menulis satu paragraf setelah selesai satu bagian. Kadang paragraf itu hanya berupa pertanyaan. Kadang berupa kutipan yang saya tidak setuju.

  • Satu buku pada satu waktu.
  • Pena dan kertas di sebelah buku.
  • Tidak ada target jumlah.

Hasilnya lebih sedikit, tapi jauh lebih mudah diingat. Beberapa buku yang dulu saya selesaikan dalam dua hari sekarang butuh dua minggu — dan justru itu yang membuatnya menempel.

Kutipan yang tinggal

Ada kalimat dari sebuah esai yang saya salin berulang kali:

Perhatian adalah bentuk paling jujur dari rasa sayang.

Saya tidak ingat lagi judul esainya. Tapi saya ingat kenapa kalimat itu penting: karena membaca dengan sungguh-sungguh berarti memberi waktu, bukan sekadar menyelesaikan halaman.

Tidak semua harus selesai

Salah satu kebiasaan yang paling melegakan adalah berhenti membaca buku yang tidak cocok. Waktu terlalu berharga untuk dihabiskan pada halaman yang tidak memberi apa-apa. Menutup buku bukan kegagalan; itu cara memilih apa yang layak mendapat perhatian.