← Semua catatan

Menulis catatan yang berguna

Bedanya mencatat untuk diri sendiri sekarang dan untuk diri sendiri enam bulan lagi.

1 menit baca

Catatan yang buruk bukan catatan yang pendek. Catatan yang buruk adalah catatan yang hanya bisa dipahami oleh orang yang menulisnya — dan orang itu sudah lupa konteksnya.

Tulis untuk masa depan

Sebelum menutup sebuah catatan, saya mencoba menjawab satu pertanyaan: apa yang perlu saya ketahui untuk melanjutkan ini nanti? Biasanya jawabannya bukan ringkasan panjang, melainkan beberapa hal spesifik:

  1. Masalah apa yang sedang dipecahkan.
  2. Apa yang sudah dicoba, termasuk yang gagal.
  3. Keputusan yang diambil dan alasannya.
  4. Langkah berikutnya, kalau ada.

Dengan begitu, catatan tidak berubah menjadi arsip yang harus dibaca ulang dari awal.

Konteks lebih penting daripada kelengkapan

Dulu saya mencoba mencatat semuanya. Hasilnya jarang dibaca. Sekarang saya lebih memilih menulis satu paragraf yang menjelaskan kenapa, lalu menempelkan potongan kode atau tautan sebagai pendukung.

// Catatan kecil lebih mudah dipercaya kalau menyebut versi.
const astro = '7.4.2';

Menuliskan versi, tanggal, atau nama alat mungkin terasa sepele. Tapi itulah yang sering menyelamatkan saya saat mencoba mengulang sesuatu berbulan-bulan kemudian.

Rapikan sedikit, bukan sempurna

Saya tidak menunggu catatan selesai untuk menyimpannya. Yang penting adalah menuliskan intinya selagi masih ingat, lalu merapikannya saat membuka catatan itu lagi. Catatan yang hidup akan terus berubah; catatan yang sempurna biasanya tidak pernah selesai.